DARAH NIFAS
1. Pengertian Darah Nifas
Yang dinamakan darah nifas adalah darah yang keluar dari
vagina setelah kosongnya rahim dari kandungannya dan belum melewati 15 hari
dari melahirkan bayi. Jadi, seandainya ada perempuan melahirkan anak dan tidak
menge-luarkan darah selama 10 hari lalu dia menge-luarkan darah, maka darah itu
dinamakan nifas, karena suciya kurang dari 15 hari. Permulaan nifas adalah dari
keluarnya darah bukan dari lahirnya bayi.
Jika ada perempuan melahirkan dan tidak
mengeluarkan darah lalu setelah 15 hari dia mengeluarkan darah, maka darah itu
adalah haid bukan nifas, karena sucinya sudah ada 15 hari.
2. Masa Darah Nifas
Paling
sedikitnya darah nifas keluar adalah satu
tetes. Seandainya perempuan melahirkan dan mengeluarkan darah lalu berhenti
selama 15 kemudian mengeluarkan darah lagi, maka darah yang terakhir adalah
haid.
Adapun umumnya darah nifas keluar adalah 40 hari dan dihitung dari lahirnya anak tidak dari
keluarnya darah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hukumnya nifas dihitung dari
keluarnya darah dan masanya nifas dihitung dari lahirnya anak.
Jadi, seandainya perempuan melahirkan tidak mengeluarkan
darah selama 10 hari lalu setelah itu dia mengeluarkan darah selama 30 hari,
maka nifasnya dia dihukumi 30 hari namun masanya nifas sudah dihitung 40 hari.
Jika ada perempuan melahirkan dan menge-luarkan darah nifas
selama 40 hari lalu berhenti selama 12 hari lalu keluar darah lagi, maka masih
dinamakan nifas.
Adapun paling lamanya masa darah nifas
keluar adalah 60 hari yang dihitung dari
lahirnya anak secara keseluruhan.
Jika perempuan nifas selama 50 hari lalu berhenti 12 hari
lalu mengeluarkan darah lagi, maka darah itu (yang keluar terakhir) dinama-kan
darah haid meskipun sucinya kurang dari 15 hari, karena 15 hari tidaklah
menjadi syarat, jika sucinya itu antara nifas dan haid.
Jika perempuan nifas selama 60 hari lalu berhenti 2 hari
lalu keluar darah lagi, maka darah yang keluar terakhir itu dinamakan haid.
Jika perempuan nifas hingga melebihi 60 hari, maka perlu diperinci,
karena yang menge-luarkan darah nifas itu:
a.
Adakalanya baru nifas
b.
Adakalanya sudah pernah nifas
c.
Adakalanya tahu bedanya darah
d.
Adakalanya tidak tahu bedanya darah
e.
Adakalanya ingat pada kira-kiranya kebiasaan nifas atau
waktunya nifas dan adakalanya tidak ingat.
Jika yang mengeluarkan nifas adalah perempuan yang baru
mengeluarkan darah nifas dan tahu bedanya darah, maka harus dikembali-kan
kepada darah yang kuat, sekiranya tidak melewati 60 hari.
Jika yang nifas adalah perempuan yang baru mengeluarkan
nifas dan tidak tahu bedanya darah, maka yang dihitung nifas hanyalah satu
tetes.
Jika yang nifas
adalah perempuan yang sudah punya kebiasaan nifas dan tahu bedanya darah, maka
yang dihitung nifas adalah darah yang kuat.
Jika yang nifas adalah perempuan yang punya kebiasaan nifas
dan tidak tahu bedanya darah, maka yang dihitung nifas adalah kebiasaan
nifasnya, yaitu jika kebiasaannya itu tidak berbeda. Jika kebiasaannya berbeda,
maka harus diperinci menurut perincian-perincian yang telah dijelaskan dalam
bab haid.
Jika yang nifas adalah perempuan yang
sudah pernah nifas tapi dia tidak ingat pada kira-kiranya kebiasaannya nifas
atau waktunya nifas, maka nifasnya hanya satu tetes dan setelah satu tetes dia
harus mandi untuk setiap fardlu hingga 60 hari dan harus wudlu untuk setiap
fardlu.
(Furu’):
Jika perempuan yang kebiasaan darah nifas-nya keluar adalah
30 hari, namun disitu dia mengeluarkan darah sampai 60 hari, maka semuanya
dinamakan darah nifas.
Jika perempuan yang kebiasaan darah nifas-nya keluar adalah
20 hari, misalnya, lalu dia mengeluarkan darah hingga lebih dari 60 hari, maka
yang dihitung darah nifas adalah 20 hari.
Jika ada perempuan yang kebiasaan darah nifasnya keluar
adalah 60 hari lalu dia menge-luarkan darah hingga lebih dari 60 hari, maka
darah kelebihan itu dihitung darah istihadlah.
Jika ada perempuan yang kebiasaan darah
nifasnya keluar adalah 60 hari lalu dia menge-luarkan darah hingga 62 hari lalu
berhenti sehari semalam lalu keluar darah lagi sehari semalam, maka darah 2
hari kelebihan dari 60 hari itu dihitung darah istihadlah dan darah sehari
semalam setelah berhenti itu dihitung darah haid. Wallahu a’lam.
3. Keharaman Sebab Haid dan Nifas
Diharamkan bagi perempuan sebab haid dan nifas adalah
delapan perkara.
Pertama, shalat, baik fardlu atau sunnah, begitu juga sujud
tilawah dan sujud syukur. Kedua, berpuasa, baik puasa wajib maupun sunnah.
Ketiga, membaca al-Qur’an. Keempat, memegang mushaf, yaitu nama untuk sesuatu
yang tertulis dari kalam Allah diantara dua lembaran, dan diharamkan juga
membawanya kecuali ada kekhawatiran dari perempuan itu atas mushaf, seperti
akan tenggelam atau ter-bakar atau akan terkena najis atau akan jatuh ke tangan
orang kafir. Kelima, masuk masjid bagi orang haid, jika dikhawatirkan akan
mengotori masjid itu. Keenam, berthawaf baik thawaf fardlu mau pun thawaf sunnah.
Ketujuh, digauli atau disetubuhi, dan Kedelapan (bersenang-senang dengan
anggota badan perempuan itu yang berada diantara pusar dan lutut). Namun tidak
diharamkan untuk bersenang-senang atau beristimta’ dengan keduanya (pusar dan
lutut) dan anggota badan diatas pusar dan dibawah lutut.
0 komentar:
Posting Komentar